Pembangunan Sistem Drainase dan Gorong-Gorong



Nama Kelompok :
1.      Dini Anggriyani
2.      Ichsanul Hafiezh
3.      Indiarto Wiguna

Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakaaan pengalaman pertama saya, bersama dengan dua teman saya yang juga merupakan kelompok saya, mengunjungi proyek pengerjaan salah satu bidang konstruksi, yaitu pembangunan sistem drainase dan gorong-gorong. Kami memilih bidang ini karena di kota-kota besar, seperti Depok, sedang banyak pembangunan saluran-saluran drainase untuk mencegah terjadinya banjir. Selain itu,, lokasinya yang mudah dijangkau dari tempat kami menimba ilmu juga turut menjadi alasan kami untuk memilih proyek ini sebagai suatu”sarana” bagi kami untuk menimba ilmu langsung dari lapangan.
Dalam kunjungan kali ini, kami memilih untuk mewawancarai seorang pekerja dari proyek ini. Karena kami lupa menanyakan nama dari bapak tersebut, kami tidak akan menyebutkan namanya. Berikut ini merupakan hasil wawancara kami :
Proyek ini merupakan proyek pembangunan sistem drainase dan gorong-gorong. Sistem drainase dan gorong-gorong ini dibangun sepanjang Jl. H. M. Tohir dari RW 01 sampai RW 03 Kelurahan Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Lokasi pengerjaan proyek ini lebih jelasnya ada di depan kampus F5 Gunadarma, yaitu RW 01. Sedangkan total biaya yang diperlukan untuk pembangunan proyek ini adalah senilai Rp233.429.000,00 (dua ratus tiga puluh tiga juta empat ratus dua puluh sembilan ribu rupiah). Dana ini berasal dari pajak yang telah dibayarkan warga Depok yang masuk ke dalam Dana APBD Kota Depok tahun 2016. Tujuan/manfaat pembangunan proyek ini adalah untuk memperlancar saluran air di wilayah tersebut.

Pembangunan proyek ini berlangsung selama 45 hari kalender. Dimulai dari tanggal 27 Oktober 2016 dan selesai pada 12 Desember 2016. Pengerjaan proyek ini terdiri dari satu paket pengerjaan. Bahan/material utama untuk pembuatan sistem drainase dan gorong-gorong adalah kerikil, semen, dan besi. Pelaksana dari proyek ini adalah CV. Ambarita Putra dengan konsultan perencana yang berasal dari PT. Aditya Trijaya. Pelaksana konsultan perencana bisa berasal dari perorangan atau dari badan usaha baik swasta maupun pemerintah melalui proses lelang yang diadakan panitia tender pekerjaan konstruksi.
 Tugas dari konsultan perencana dalam proyek ini adalah mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan pemilik proyek, membuat gambar kerja pelaksanaan, membuat rencana anggaran biaya, mempresentasikan ide-ide pemilik proyek ke dalam desai bangunan, serta mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur apabila suatu saat ditemukan suatu kesalahan/kegagalan dalam proyek.
Selain tugas-tugas di atas, konsultan perencana berwenang untuk mempertahankan desain apabila ada pihak-pihak yang melaksanakan perkerjaan tidak sesuai dengan rencana awal. Selain itu, konsultan perencana juga berhak untuk menentukan jenis dan warna material yang akan digunakan dalam pengerjaan konstruksi.
Namun, apabila ada hal-hal yang dirasa kurang sesuai, kontaktor dapat mengajukan perubahan rencana awal pada konsultan perencana. Seperti harga material yang terlalu mahal dan sulit didapat serta gambar rancangan yang ternyata berbeda/harus lebih disesuaikan dengan kondisi lapangan.
 Sedangkan konsultan supervisi untuk pengerjaan proyek ini berasal dari PT. Todo Consult. Konsultan supervisi ini terdiri dari dua bidang yaitu profesional staff dan sub professional staf. Profesional staff terdiri dari site engineering (SE), quality engineering (QE), dan Chief Insfector (CI). Sedangkan sub profesional staff terdiri dari insfector, surveyor, dan lab. Technician. Masing-masing bidang tersebut memiliki tugasnya sendiri-sendiri dalam pengerjaan suatu proyek.

Itulah cerita singkat saya mengenai kunjungan kami ke proyek pembangunan sistem drainase dan gorong-gorong. Memang, bidang ini merupakan bidang yang kurang diminati oleh kebanyak insinyur sipil di Indonesia. Tapi, dewasa ini pembangunan di bidang ini justru sedang banyak dilakukan karena kebutuhan akan pengendalian aliran air agar tidak terjadi bencana alam seperti banjir semakin banyak. Selain itu, hal ini juga dikarenakan air merupakan suatu kebutuhan yang vital bagi makhluk hidup yang apabila tidak dapat dikendalikan akan menimbulkan bencana bagi lingkungan disekitarnya.

Saran saya kepada masyarakat luas adalah agar menjaga kebersihan saluran drainase nantinya agar tidak terjadi penyumbatan. Selain itu, mengenai kebisingan yang mungkin timbul akibat pengerjaan proyek ini, hendaknya dimaklumi. Karena toh pada akhirnya hasil dari pembangunan ini akan kembali pada kita juga. Seperti kata pepatah, suatu perubahan ke arah yang lebih baik tidak akan terjadi dari zona nyaman. Sedangkan untuk para pengerja proyek, saya harap dapat bekerja dengan jujur, lebih efisien, dan tahan terhadap cacian yang mungkin timbul dari masyarakat yang merasa terganggu.
 Demikianlah tulisan singkat saya. Masih banyak kekurangan dalam tulisan ini dan juga masih banyak hal-hal yang harus saya pelajari lebih dalam sebagai mahasiswa Teknik Sipil. Atas kekurangannya saya mohon maaf.

Salam Sipil !


Berikut ini merupakan foto-foto dokumentasi kunjungan kami ke proyek :


+


Komentar

Postingan Populer