Pembangunan Sistem Drainase dan Gorong-Gorong
Nama Kelompok :
1.
Dini
Anggriyani
2.
Ichsanul
Hafiezh
3.
Indiarto
Wiguna
Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakaaan
pengalaman pertama saya, bersama dengan dua teman saya yang juga merupakan
kelompok saya, mengunjungi proyek pengerjaan salah satu bidang konstruksi,
yaitu pembangunan sistem drainase dan gorong-gorong. Kami memilih bidang ini
karena di kota-kota besar, seperti Depok, sedang banyak pembangunan
saluran-saluran drainase untuk mencegah terjadinya banjir. Selain itu,, lokasinya
yang mudah dijangkau dari tempat kami menimba ilmu juga turut menjadi alasan kami
untuk memilih proyek ini sebagai suatu”sarana” bagi kami untuk menimba ilmu
langsung dari lapangan.
Dalam kunjungan kali ini, kami memilih untuk mewawancarai
seorang pekerja dari proyek ini. Karena kami lupa menanyakan nama dari bapak
tersebut, kami tidak akan menyebutkan namanya. Berikut ini merupakan hasil
wawancara kami :
Pembangunan proyek ini berlangsung selama 45 hari
kalender. Dimulai dari tanggal 27 Oktober 2016 dan selesai pada 12 Desember
2016. Pengerjaan proyek ini terdiri dari satu paket pengerjaan. Bahan/material
utama untuk pembuatan sistem drainase dan gorong-gorong adalah kerikil, semen,
dan besi. Pelaksana dari proyek ini adalah CV. Ambarita Putra dengan konsultan perencana
yang berasal dari PT. Aditya Trijaya. Pelaksana konsultan perencana bisa
berasal dari perorangan atau dari badan usaha baik swasta maupun pemerintah
melalui proses lelang yang diadakan panitia tender pekerjaan konstruksi.
Tugas dari konsultan perencana dalam proyek
ini adalah mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan pemilik proyek,
membuat gambar kerja pelaksanaan, membuat rencana anggaran biaya,
mempresentasikan ide-ide pemilik proyek ke dalam desai bangunan, serta
mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur apabila suatu saat
ditemukan suatu kesalahan/kegagalan dalam proyek.
Selain tugas-tugas di
atas, konsultan perencana berwenang untuk mempertahankan desain apabila ada
pihak-pihak yang melaksanakan perkerjaan tidak sesuai dengan rencana awal.
Selain itu, konsultan perencana juga berhak untuk menentukan jenis dan warna
material yang akan digunakan dalam pengerjaan konstruksi.
Namun, apabila ada
hal-hal yang dirasa kurang sesuai, kontaktor dapat mengajukan perubahan rencana
awal pada konsultan perencana. Seperti harga material yang terlalu mahal dan
sulit didapat serta gambar rancangan yang ternyata berbeda/harus lebih disesuaikan
dengan kondisi lapangan.
Sedangkan konsultan supervisi untuk pengerjaan
proyek ini berasal dari PT. Todo Consult. Konsultan supervisi ini terdiri dari
dua bidang yaitu profesional staff dan sub professional staf. Profesional staff
terdiri dari site engineering (SE), quality engineering (QE), dan Chief
Insfector (CI). Sedangkan sub profesional staff terdiri dari insfector,
surveyor, dan lab. Technician. Masing-masing bidang tersebut memiliki tugasnya
sendiri-sendiri dalam pengerjaan suatu proyek.
Itulah cerita singkat
saya mengenai kunjungan kami ke proyek pembangunan sistem drainase dan
gorong-gorong. Memang, bidang ini merupakan bidang yang kurang diminati oleh
kebanyak insinyur sipil di Indonesia. Tapi, dewasa ini pembangunan di bidang
ini justru sedang banyak dilakukan karena kebutuhan akan pengendalian aliran
air agar tidak terjadi bencana alam seperti banjir semakin banyak. Selain itu,
hal ini juga dikarenakan air merupakan suatu kebutuhan yang vital bagi makhluk
hidup yang apabila tidak dapat dikendalikan akan menimbulkan bencana bagi
lingkungan disekitarnya.
Saran saya kepada
masyarakat luas adalah agar menjaga kebersihan saluran drainase nantinya agar
tidak terjadi penyumbatan. Selain itu, mengenai kebisingan yang mungkin timbul
akibat pengerjaan proyek ini, hendaknya dimaklumi. Karena toh pada akhirnya
hasil dari pembangunan ini akan kembali pada kita juga. Seperti kata pepatah, suatu
perubahan ke arah yang lebih baik tidak akan terjadi dari zona nyaman. Sedangkan
untuk para pengerja proyek, saya harap dapat bekerja dengan jujur, lebih
efisien, dan tahan terhadap cacian yang mungkin timbul dari masyarakat yang
merasa terganggu.
Demikianlah tulisan singkat saya. Masih banyak
kekurangan dalam tulisan ini dan juga masih banyak hal-hal yang harus saya
pelajari lebih dalam sebagai mahasiswa Teknik Sipil. Atas kekurangannya saya
mohon maaf.
Salam Sipil !
Berikut ini merupakan
foto-foto dokumentasi kunjungan kami ke proyek :
+







Komentar
Posting Komentar