Pembangunan Infrastuktur Untuk Daerah yang Lebih Baik
LATAR
BELAKANG
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang cukup luas.
Wilayahnya tersebar dari sabang sampai merauke. Mulai dari Pulau Miangas di
titik paling Utara Indonesia sampai Pulau Rote di titik paling Selatan
Indonesia. Juga dari Pulau Benggala di titik paling Barat Indonesia sampai
Pulau Merauke di titik paling Timur Indonesia. Indonesia pun kaya akan budaya.
Masing-masing daerah memiliki keunikannya sendiri yang berbeda dibandingkan
dengan daerah lainnya. Selain memiliki wilayah yang cukup luas dan budaya yang
begitu beragam, Indonesia juga memiliki letak yang strategis, yaitu terletak di
antara dua samudera dan dua benua juga dilintasi oleh garis khatulistiwa, garis
yang membagi bumi menjadi dua bagian.
Sebagai Negara yang berbentuk kepulauan dan letaknya
yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi bencana alam yang
cukup besar seperi tsunasi, gempa bumi,gunung meletus, banjir, longsor, dan sebagainya. Hal tersebut
tidak dapat kita hindari ataupun kita hentikan, namun bisa kita minimalisir
dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu, Negara ini harus siap siaga untuk
menghadapi bencana tersebut agar tidak menimbulkan kerugian yang terlalu besar.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang permasalahan
banjir yang terjadi di Indonesia khusunya di Jakarta Saya memilih daerah ini
karena daerah ini merupakan daerah tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.
Di Jakarta sendiri, sebenarnya secara garis besar
sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk keberlangsungan
aktifitas warganya. Mulai dari sarana trasportasi, sarana kesehatan, sarana
pengairan, sampai sarana pendidikan. Namu, seperti yang kita saksikan dewasa
ini, Jakarta justru sering terkena banjir meskipun sudah memiliki sarana
pengairan.. Di sini saya akan mebahas tentang penyebab hal itu bisa terjadi dan
bagaimana cara penyelesaiannya.
(contoh tanggul)
(contoh tanggul)
GAGASAN IDE
Ide saya untuk menanggulangi banjir di Jakarta adalah
dengan membuat tanggul. Saya berencana untuk membuat tanggul di sepanjang Muara
Angke sampai Cilincing. Seperti yang dikutip pada Sindonews, sebenarnya
pemerintah DKI Jakarta telah berupaya untuk menanggulangi bencana ini. Namun
pembuatan tanggul hanya sebagian wilayah yang sudah dipasang sheet file.
Sedangkan pada daerah Muara Angke sampai Cilincing
masih menggunakan tanggul yang terbuat dari alam. Pada kondisi air laut pasang
setinggi 2.8 meter, tanggul ini tidak bisa jebol dan wilayah Jakarta yang
letaknya 1.7 meter dari permukaan laut akan tergenang lantaran air tidak bisa
disedot leh pompa.
PROSES PEMBUATAN
1. Persiapan
Pembuatan Tanggul
Persiapan yang dimaskud
adalah denan menentukan lokasi dan arah tanggul
2. Pengumpulan
Data
Data yang dimaksud meliputi
dua hal, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer di sini meliputi
topografi area, permebialitas, tekstur tanah, jenis tamah, pola tanam, penutupan
lahan, dan DTA (Differential Thermal Analysis. Juga kepadatan penduduk dan
jumalh serta upah pegawai.
Sedangkan data sekunder
meliputi budaya di sekitar daerah, administrasi, curah hujan, sedimentasi dan
erosi. Data-data ini biasanya diperoleh dari instansi pemerintah dan swasta.
3. Penyiapan
Bahan
Setelah semua langkah-langkah
di atas selesai, langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan bahan utama
sepert tanah, pasir, batu, dan bambu.
4. Penentuan
Spesifikasi dan Pengadaan Sarana serta Prasarana
Setelah semuanya selesai dilakukan, langkah
selanjutnya adalah dengan spesifikasi yang meliputi tinggi, panjang, dan
tingkat kemiringan. Menentukan tingkat kemiringan merupakan hal yang penting
sebab berhubungan dengan infritrasi air di tubuh tanggul.
Jenis peralatan sapras yang harus selalu disediakan
adalah jenis bahan serta alat yang bersifat sekali pakai.
Cangkupan dari kegiatan ini adalah menyediakan jalan
serta akses masuk untuk, membuat gubuk untuk tempat menyimpan material serta
istirahat tukang, Di samping itu, harus disediakan pula penataan area kerja
seperti kebersihan, pengukuran ulang, pemasangan batasan proyek dan pembuatan
tanggul itu sendiri.
Di Indonesia, pekerjaan ini dapat dilakukan dengan 2
sistem, yaitu system swakelola dan pemborongan yang pekerjaannya dilakukan oleh
pihak lain melalui lelang proyek.
Untuk pembiayaannya bisa dilakukan denan 2 cara, yaitu
melalui iuran atau sumbangan masyarakat atau pendanaan dari pemerintak. Jika
sumber dananya dari pemerintah, maka proyek tersebut bisa dilakukan oleh
Departemen Pekerjaan Umum.
SUMBER :
-
Komentar
Posting Komentar