Pengaruh Kebudayaan Hindu, Budha, Islam, dan Modern di Indonesia
Pengaruh Kebudayaan Hindu, Budha, Islam, dan Modern di Indonesia oleh Dini Anggriyani
Pengaruh Kebudayaan Hindu, Budha, Islam, dan Modern di
Indonesia
Hallo
teman-teman !! Di sini aku mau menulis sesuatu yang mungkin bias mengingatkan
kita sama sejarah bangsa kita sendiri. Seperti judul di atas, di sini aku akan
membahas tentang pengaruh kebudayaan hindu, budha, islam, dan modern di
Indonesia.
Oke, sebelum kita
bahas pengaruh budaya-budaya itu di Indonesia, ada baiknya kita menelusuri dulu
gimana sih awal mulanya budaya-budaya itu masuk ke Indonesia. Let’s check this
out!
1. Hindu-Budha
Nah untuk
agama hindu sendiri, ada beberapa teori tentang masuknya agama ini, yaitu :
a. Teori
Ksatria
Teori
ini juga disebut teori prajurit atau kolonisasi yang dikemukakan CC. Berg dan
FDK. Bosch. Teori ini mengemukakan bahwa ksatria memiliki peran utama dalam menyebarkan
budaya India di Indonesia karena pada waktu itu di India terjadi kekacauan
politik yaitu perang brahmana dengan ksatria, para ksatria yang kalah melarikan
diri ke Indonesia. Mereka mendirikan kerajaan dan menyebarkan agama Hindu.
Namun teori ini sangat lemah karena kedudukan kasta ksatria yang tidak
memungkinkan menguasai masalah agama Hindu.
b. Teori
Waisya
Teori
ini dikemukakan NJ. Krom dan Mookerjee yang berpendapat; orang India tiba ke
Asia tenggara pada umumnya dan khususnya Indonesia karena berdagang. Pelayaran
perdagangan saat itu masih tergantung sistem angin muson. Sehingga pedagang
India terpaksa tinggal di Indonesia selama beberapa saat untuk menanti
bergantinya arah angin. Mereka banyak menikah dengan penduduk setempat.
Keturunan dan keluarga pedagang ini merupakan awal penerimaan pengaruh India.
c. Teori
Brahmana
Teori
ini dikemukakan JC. Van Leur, FDK. Bosch dan OW. Wolters yang berpendapat bahwa
orang yang ahli agama Hindu adalah brahmana. Orang Indonesia/ kepala suku aktif
mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara abhiseka secara Hindu, sehingga
kepala suku menjadi maharaja. Dalam perkembangannya, para brahmana akhirnya
menjadi purohito (penasehat raja).
d. Teori
Arus Bolak-Balik
Teori
arus balik atau disebut teori nasional ini muncul dikemukakan JC. Van Leur,
dimana sebagai dasar berpikir adalah hubungan antara dunia maritim dengan
perdagangan. Hubungan dagang Indonesia dengan India yang meningkat diikuti
brahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha.
2.
Islam
Untuk
agama Islam sendiri, terdapar tiga teori mengenai masuknya agama ini ke
nusantara, yaitu :
a) Teori
Gujarat
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel.
Menurut teori ini, Islam di Indonesia sebetulnya berasal dari Gujarat, India
dan mulai masuk sejak abad ke 8 Masehi. Islam masuk ke Indonesia melalui
wilayah-wilayah di anak benua India, seperti Gujarat, Bengali, dan Malabar.
Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia pada masa itu memang telah menjalin
hubungan dagang dengan India melalui saluran Indonesia-Cambay.
b) Teori
Persia
Teori ini dikemukakan oleh Hoessein Djajadiningrat. Dalam teori
ini dikemukakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam yang berasal
dari Persia (Iran). Islam diyakini dibawa oleh para perdagang Persia mulai pada
abad ke 12. Teori persia berlandaskan pada bukti maraknya paham Syiah pada awal
masuknya Islam ke Indonesia. Selain itu, ada kesamaan tradisi budaya Persia
dengan budaya masyarakat Islam Indonesia. Peringatan 10 Muharam atau hari
Asyura di Iran dengan upacara Tabuik atau Tabut di Sumatera Barat dan Jambi
sebagai lamang mengarak jasad Husein bin Ali bin Abi Thalib yang terbunuh dalam
peristiwa Karbala menjadi salah satu contohnya. Bahkan kuatnya tradisi Syiah
masih terasa hingga saat ini.
c) Teori
Arab/Teori Mekah
Berdasarkan teori Arab, masuknya Islam ke Indonesia diyakini
berasal dari Arab, yaitu Mekkah dan Madinah pada abad perama Hijriah atau abad
ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada adanya bukti perkampungan Islam di
Pantai Barus, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Bukti ini
terdapat dalam dokumen dari Cina yang ditulis oleh Chu Fan Chi yang mengutip
catatan seorang ahli geografi, Chou Ku-Fei. Dia mengatakan adanya pelayaran
dari wilayah Ta-Shih (Sebutan orang-orang Cina untuk orang Arab) yang berjarak
5 hari perjalanan ke Jawa.
3.
Modern
Pada
dasarnya , masuknya kebudayaan modern di Indonesia tidak terlepas dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern. Perkembangan
teknologi tersebut memberikan kemudahan kepada siapa saja
untuk mencari informasi dan mencari tahu tentang hal-hal baru. Perkembangan
teknologi juga memberikan kemudahan masuknya budaya asing ke Indonesia. Tentu
hal tersebut banyak menjadi perbincangan setiap orang, karena dikhawatirkan
budaya asing yang masuk ke Indonesia akan menggeser kedudukan budaya asli
Indonesia itu sendiri. Dari permasalahan tersebut timbul reaksi yang
berbeda-beda dari masyarakat Indonesia. Ada yang besikap terbuka dengan
masuknya budaya asing atau mau menerima karena beranggapan masuknya budaya
asing ke Indonesia sebagai hal baru yang tidak akan menimbulkan masalah dan
menganggapnya sebagai pengaruh dari era globalisasi dan merupakan pengaruh dari
perkembangan zaman yang semakin modern dan beranggapan dengan masuknya budaya
asing justru akan menambah wawasan masyarakat Indonesia dengan dunia luar.
Tetapi ada juga yang bersifat tertutup atau tidak mau menerima karena mereka
beranggapan bahwa hal tersebut akan menggeser keberadaan atau eksistensi
kebudayaan Indonesia dan membuat rasa nasionalisme masyarakat Indonesia
menurun. Tetapi kekhawatiran masyarakat juga bukan hanya omong kosong belaka
hal itu didukung oleh perubahan sikap dan kebiasaan yang timbul di masyarakat
Indonesia yang semakin hari semakin berubah menjadi kebarat-baratan dan
melupakan kebudayaan asli Indonesia, bahkan sampai ada beberapa kebudayaan asli
kita yang hampir diambil oleh negara lain, hal itu bisa terjadi karena
kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan asli Indonesia dan
ketidakpedulian pemerintah terhadap budaya bangsa.
Nah, setelah selesai membahas tentang teori masuknya masing-masing budaya
di atas ke negara kita, sekarang saatnya bahas tentang pengaruh dari
budaya-budaya tersebut bagi negara kita.
Ø Agama
1) Hindu
dan Budha
Sebelum ajaran Hindu-Budha masuk,
mula-mula masyarakat Indonesia sebelumnya sudah menganut kepercayaan animisme
dan dinamisme, namun karena masuknya ajaran Hindu dan Budha yang dibawa oleh
para pedagang dan pendeta, kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh
masyarat nusantara tempo dulu kemudian melebur dan berakulturasi dengan ajaran
agama Hindu-Budha. Kepercayaan baru ini secara beriringan kemudian membawa
kebudayaan baru dalam hal beragama, misalnya dalam hal upacara pemujaan, tata
krama, dan tempat peribahadan.
2)
Islam
Setelah
datangnya agama Islam ke Indonesia, bangsa Indonesia mulai mengenali agama yang
bertuhankan satu. Pada masa datangnya agama Islam di Indonesia, banyak
masyarakat yang berpindah keyakinan karena agama Islam dianggap memiliki
syarat-syarat atau aturan yang tidak begitu rumit.
3)
Modern
Sebelum
budaya asing bebas memasuki Indonesia, masyarakat Indonesia hidup berlandaskan
norma norma kesusilaan tetapi sekarang di saat budaya local sangat mudah
memasuki Indonesia, kebudayaan asli Indonesia lama lama terkikis dan hampir
punah. Kita memang tidak dapat lepas dari penjajahan budaya barat yang terkesan
jauh dari ajaran agama islam. Satu contoh adalah busana wanita yang sekarang
menjadi trend dengan desain yang cendenrung menampilkan bagian tubuh wanita yang
seharusnya ditutupi.
Ø Sistem
Pemerintahan dan Politik
1) Hindu
dan Budha
Selanjutnya
pengaruh dari kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia adalah dikenalnya sistem
pemerintahan kerajaan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat yang awalnya hidup
dalam kelompok-kelompok kecil mulai memiliki kesadaran untuk bersatu
mendapatkan wilayah yang lebih luas. Contoh kerajaan yang pernah berdiri di
Indonesia diantaranya adalah Kerajaan Kutai, Kerajaan Sriwijaya, dan Kerajaan
Majapahit
2) Islam
Pengaruh
budaya Islam terhadap sistem pemerintahan dan politik di Indonesia adalah
adanya panggilan bagi raja-raja yang berkuasa berupa Sultan atau Sunan seperti
halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi dimakamkan di Candi
tetapi dimakamkan secara Islam.
3) Modern
Salah
satu pengaruh budaya modern dalam bidang sistem pemerintahan dan politik adalah
dikenalnya sistem pemerintahan demokrasi oleh masyarakat Indonesia
Ø Bentuk
Bangunan/Arsitektur
1) Hindu
dan Budha
Tradisi
megalitikum punden berudak-undak yang menjadi peninggalan nenek moyang bangsa
Indonesia di masa silam juga diyakini telah berakulturasi dengan ilmu arsitektur
yang dibawa dari India bersamaan dengan penyebaran agama Hindu Budha di
Nusantara. Punden berundak-undak berpadu dengan budaya India dan mengilhami
gaya arsitektur pembuatan bangunan candi peninggalannya. Contohnya adalah Candi
Borobudur.
2) Islam
Seni
bangunan yang berjiwa Islam di Indonesia amat miskin. Hampir tak ada bangunan
Islam yang menunjukkan keagungan Islam setaraf dengan bangunan bersejarah di
negara Islam lain. Disamping itu, Indonesia tidak memiliki satu corah
tersendiri seperti Ottonam style, India style, Syiro Egypto style, meskipun
agama Islam suah lebih lima abad di Indonesia. Hal ini bisa jadi disebabkan karena
sebelu masuknya budaya Islam, di Indonesia sudah terlebih dahulu memiliki ciri
budaya sendiri yaitu budaya hasil akulturasi antara antara budaya kearifan local
dengan budaya Hindu-Budha.Contoh bangunannya adalah Masjid Agund Demak di Demak,
Jawa Tengah
3) Modern
Bangunan rumah di daerah Kota, Jakarta Utara dan Juga Museum Fatahillah Jakarta merupakan wujud akulturasi dari kebudayaan yang dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa ketika menjajah Indonesia. Bangunan Museum Fatahillah menyerupai Istana Dam di Amsterdam, yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.
Ø Bahasa
dan Aksara
1) Hindu
dan Budha
Huruf
pallawa dan bahasa Sanskerta yang digunakan pada beberapa prasasti
kerajaan-kerajaan Nusantara di masa silam menandakan bahwa pengaruh Hindu Budha
di Indonesia juga bersinggungan dengan aspek bahasa dan aksara. Dalam
perkembangannya, penggunaan aksara palawa mungkin sudah tidak populer lagi,
namun penggunaan bahasa Sansekerta justru berlanjut dengan sangat pesat. Ini
dibuktikan dengan adanya beberapa kata atau frase Bahasa Indonesia yang sebetulnya
berasal dari bahasa sansekerta, misalnya Pancasila, Kartika Eka Paksi, Dasa
Dharma, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan lain sebagainya.
2) Islam
Bangsa Melayu pada
umumnya menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa komunikasi antar sesame mereka.
Seiring perkembangan awal Islam,
bahasa Melayu pun memasukkan sejumlah kosakata Arab ke dalam struktur
bahasanya. Bahkan, Taylor mencatat sekitar 15% dari kosakata bahasa Melayu merupakan
adaptasi bahasa Arab. Selain itu, terjadi modifikasi atas huruf-huruf Pallawa
ke dalam huruf Arab, dan ini kemudian dikenal sebagai huruf Jawi.
3) Modern
Adanya bahasa asing terutama bahasa Inggris dapat menambah perbendaharaan bahasa Indonesia dengan adanya kata serapan. Dengan ini bahasa Indonesia bisa semakin berkembang karena adanya tuntutan jaman (era globalisasi). Kata serapan ini sendiri merupakan kata dalam bahasa asing yang telah di-Indonesia-kan. Contoh kata serapan yang sering kita gunakan, artist (bahasa Inggris) – artis (bahasa Indonesia). Di samping itu, pengaruh ini juga memiliki dampak negatif diantaranya mulai tergesernya bahasa Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mementingkan untuk mempelajari bahasa asing yang lebih menjanjikan untuk kedudukan dan taraf ekonomi yang lebih baik. Sebagai contoh, sebagian besar (hampir semua) perusahaan mengutamakan pelamar dapat berbahasa Inggris tetapi jarang perusahaan yang mengutamakan dapat berbahasa Indonesia.
Ø Sastra
1) Hindu
dan Budha
Berkembangnya
pengaruh Hindu Budha di Indonesia juga membawa kemajuan besar pada bidang
sastra. Karya sastra yang mereka bawa, yakni kitab Ramayana dan Mahabarata
telah memperkaya khasanah epos dalam pewayangan Indonesia. Adanya kedua kitab
itu juga memacu beberapa pujangga nusantara untuk menghasilkan karyanya
sendiri. Beberapa karya sastra yang muncul setelah adanya pengaruh Hindu Budha
di Indonesia misalnya Kitab Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, Kitab Sotasoma karya
Mpu Tantular, dan Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca.
2) Islam
Bidang sastra Indonesia banyak pengaruhnya dari Persia,
kesusteraan Islam Indonesia adalah syair, di antara yang terkenal adalah syair
sufi yang dikarang oleh Hamzah Fansuri, seperti Syair Perahu. Syair lain sama
saja, tidak diketahui siapa pengarangnya. Kaligrafi Arab merupakan bagian dari
seni Khath. Dibandingkan dengan negara Islam lainnya, Khath Indonesia tidak
begitu menonjol. Walaupun demikian, seni hias di kitab-kitab bacaan agak
berkembang di Aceh dan kerajaan-kerajaan Islam lain yang ulamanya banyak
menulis kitab –kitab Agama. Ini bersamaan dengan berkembangnya seni sastra
Islam berupa syair-syair dan penulisan kitab-kitab keagamaan.
3) Modern
Pengaruh
budaya modern terhadap perkembangan
sastra dapat dilihat pada karya-karya yang muncul diantaranya adalah
novel, drama, roman, dan sebagainya. Karya sastra tersebut sering disebut
sebagai sastra modern yang merupakan
hasil pertemuan dengan budaya Eropa.
Kesimpulan
:
Setiap
budaya yang masuk ke Indonesia ibaratkan
dua mata koin yang berbeda. Mereka membawa dampak positif namun tak jarang juga
membawa dampak negatif bagi perkembangan budaya local itu sendiri. Kita,
sebagai generasi muda hendaknya menganggapi dengan arif setiap budaya yang
masuk yaitu dengan cara mengambil pelajaran dari dampak positif yang dibawa
dengan tetap memertahankan budaya lokal serta meninggalkan dampak negative dari
budaya asing itu sendiri.
Sumber
:
- http://www.gurusejarah.com/2014/09/teori-masuknya-agama-dan-kebudayaan.html
pada tanggal 23 September 2016
- http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/pengaruh-hindu-budha-di-indonesia-dalam.html pada tanggal 23 September 2016
-Mayanti,
Rosmiara, 2015., Pengaruh Budaya Asing Terhadap Budaya Indonesia.http://rosmiaramayanti.blogspot.co.id/2015/03/pengaruh-budaya-asing-terhadap-budaya.html
pada 23 September 2016
- Saputri, Yuni, 2016., Pengaruh Islam Terhadap Kebudayaan di Indonesia. tintasejarahmasalalu.blogspot.co.id/2016/01/pengaruh-islam-terhadap-kebudayaan-di.html pada 23 Sepember 2016
- Ganto, Acehmillano, 2013., Dampak Budaya Barat Terhadap Budaya Indonesia. https://acehmillano.wordpress.com/2013/03/24/dampak-budaya-barat-terhadap-budaya-indonesia/ pada 23 September 2016
- https://www.academia.edu/8650805/Pengaruh_Islam_di_Bidang_Bahasa pada 23 September 2016
- Erlangga, Dicka, 2012., AKULTURASI BUDAYA. http://dickaerlangga.blogspot.co.id/2012/03/akulturasi-budaya.html pada 23 September 2016 pada 23 September 2016
- Novela, Dhea Ayu, 2015,. PENGARUH
BAHASA ASING TERHADAP PERKEMBANGAN
BAHASA INDONESIA. http://kelas-dawam.blogspot.co.id/2015/01/pengaruh-bahasa-asing-terhadap_5.html
pada 23 September 2016
- Utomo, Pristiadi. https://ilmuwanmuda.wordpress.com/perkembangan-berbagai-bentuk-sastra-indonesia/


Komentar
Posting Komentar